

Arsip untuk April, 2008
21 April
21 April 2008
HARI KARTINI

Hari ini adalah hari Raden Ajeng Kartini,mengingatkan ana pada kenangan-kenangan bersama almarhummah ibunda ana yang tercinta Rahayu Kartini.Ana dan kakak-kakak ana saling mengingatkan hari besar ini.Kami semua mempunyai inspirasi untuk menjadikan hari ini bukan hanya intuk mengenang jasa-jasa -pahlawan kemerdekaan untuk para wanita- Ra.Kartini,namun juga untuk mengingatkan kita akan semua kasih sayang serta pengorbanan yang telah ibunda kita berikan.
Berikut ana tuliskan sebuah puisi untuk almarhummah ibunda kami Rahayu Kartini.Semoga Allah SWT Selalu menyayangi beliau layaknya kasih sayang yang tak pernah putus yang beliau berikan kepada kami anak-anaknya.
IBU
Untuk Wanita Teragung..
Pecahan tangis bayi terlahir
TErdengar setelah menunggu sekian waktu
Ketika kematian adalah benang layangan
Bersambung dalam erangan pencakara yang berdarah
Rahim itu telah aku tinggalkan ibu..
Akulah bayi dalam kandungan berbulan-bulan itu
Dengarlah tangis takutku pada cahaya pertama
Adalah air matamu sajakku
Seorang bayi mengunyah waktu
Senandung ibu membelai tidur..
4 Juli 1954 – 15 Oktober 2005
Untuk kakak-kakak ana yang berada di Kalimantan, Tangerang, Cikampek, Semarang, Pekalongan, dan Tegal marilah kita tingkatkan doa kita untuk ibunda kita yang kita cintai.
We allways Love You,Mom…
ARTI SEBUAH KEHIDUPAN
Hidup Itu Berarti….
Suatu tantangan yang harus dihadapi,
Suatu perjuangan yang harus dimenangkan,
Suatu kesusahan yang harus diatasi,
Suatu rahasia yang harus digali,
Suatu tragedi yang harus dialami,
Suatu kegembiraan yang harus disebarkan,
Suatu cinta yang harus dinikmati,
Suatu tugas yang harus dilaksanakan,
Suatu romantika yang harus dirangkul,
Suatu risiko yang harus diambil,
Suatu lagu yang harus dinyanyikan,
Suatu anugerah yang harus dipergunakan,
Suatu permainan yang menyenangkan,
Suatu impian yang harus diwujudkan,
Suatu perjalanan yang harus diselesaikan,
Suatu janji yang harus ditepati,
Suatu keindahan yang harus dikagumi,
Suatu pertanyaan yang harus dijawab,
Suatu kesempatan yang harus dipakai,
Suatu persoalan yang harus dipecahkan,
Suatu kesulitan yang harus dikalahkan,
Rahmat yang harus dipelihara dan dicintai.
dari milis motivasi
Ucapan Terima Kasih Untuk Tuhan
Ucapan Terima Kasih untuk Tuhan
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, “Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”. Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan” , Malaikat-ku menghela napas. “Setelah manusia menerima
rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan”. “Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. “Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia”. “Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu”.
Juga….
“Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini”.
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat …. Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang”.
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan”.
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “.
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.
dari milis motivasi









